INKES YARSI MATARAM
Profesional dan Islami
INKES YARSI MATARAM
Profesional dan Islami

Mataram, 20 Oktober 2025 – Institut Kesehatan YARSI Mataram kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan, kesehatan, dan kesiapsiagaan di lingkungan perguruan tinggi melalui kegiatan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dilaksanakan pada 20 Oktober 2025.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis mengenai pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja, tetapi juga dirancang secara praktis agar seluruh peserta memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran, melalui pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Pelatihan diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan INKES YARSI Mataram. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai prinsip-prinsip K3, potensi risiko dan bahaya di lingkungan kerja, langkah pencegahan kecelakaan, prosedur penanganan keadaan darurat, hingga pengenalan fungsi dan cara penggunaan APAR yang tepat.
Salah satu bagian yang menjadi perhatian utama dalam pelatihan ini adalah praktik penggunaan APAR. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai jenis, fungsi, komponen, serta prosedur pengoperasian APAR, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung.
Secara satu per satu, dosen dan tenaga kependidikan melakukan simulasi penggunaan APAR dengan mengikuti tahapan yang telah diberikan oleh instruktur.
Peserta dilatih untuk tetap tenang, mengenali sumber api, menentukan posisi yang aman, serta mengarahkan media pemadam ke titik api secara tepat. Praktik secara individual ini menjadi bagian penting agar setiap peserta tidak hanya memahami prosedur secara teori, tetapi benar-benar memiliki pengalaman dan keberanian untuk melakukan tindakan awal ketika menghadapi situasi darurat.
“Keselamatan bukan hanya pengetahuan, tetapi keterampilan yang harus dilatih dan dibiasakan.”
Melalui praktik tersebut, peserta diharapkan mampu memahami bahwa penanganan kebakaran pada tahap awal membutuhkan kecepatan, ketepatan, ketenangan, dan keberanian, dengan tetap memperhatikan keselamatan diri dan orang di sekitar.
Pelatihan K3 menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan kampus yang aman, sehat, nyaman, dan responsif terhadap berbagai potensi risiko.
Sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan, INKES YARSI Mataram tidak hanya dituntut menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang kesehatan, tetapi juga perlu memastikan seluruh civitas akademika memiliki kesadaran terhadap keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja.
Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pemahaman K3 perlu dimiliki bukan hanya oleh tenaga tertentu, tetapi menjadi budaya bersama seluruh sivitas akademika.
Pelatihan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman. Pencegahan risiko dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengenali lokasi APAR, memahami jalur evakuasi, menjaga lingkungan kerja tetap aman, serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.
Pelaksanaan pelatihan K3 dan praktik penggunaan APAR diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi bagian dari penguatan budaya keselamatan secara berkelanjutan di lingkungan INKES YARSI Mataram.
Dengan meningkatnya kompetensi dan kesiapsiagaan dosen serta tenaga kependidikan, lingkungan kampus diharapkan semakin mampu memberikan perlindungan bagi seluruh warga kampus sekaligus mendukung terciptanya proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung secara aman dan optimal.
INKES YARSI Mataram terus bergerak membangun kampus yang unggul, aman, sehat, dan berdaya saing global—karena keselamatan bukan sekadar aturan, melainkan budaya yang harus diwujudkan bersama.
INKES YARSI Mataram
Unggul, Berdaya Saing Global, dan Berbudaya Keselamatan.