INKES YARSI MATARAM
Profesional dan Islami
INKES YARSI MATARAM
Profesional dan Islami

Mataram, 01 Januari 2026— INKES YARSI Mataram melalui Program Studi Keperawatan Program Sarjana menyelenggarakan kegiatan Apersepsi Preseptor Lahan dan Pendidikan Keperawatan Dewasa serta Keperawatan Kritis bagi mahasiswa Tingkat IV Semester VII yang akan menjalani pembelajaran klinik di RSUDP NTB pada Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Dekan Keperawatan INKES YARSI Mataram, Ns. Maelina Ariyanti, M.Kep, sebagai bentuk penguatan komitmen institusi terhadap mutu pembelajaran klinik dan keselamatan pasien.
Dalam sambutannya, Ns. Maelina Ariyanti, M.Kep menekankan pentingnya penyamaan persepsi antara institusi pendidikan dan lahan praktik agar proses pembelajaran klinik berjalan terarah, disiplin, dan berorientasi pada capaian pembelajaran. Dekan Keperawatan juga menggarisbawahi bahwa mahasiswa Semester VII perlu memasuki lahan praktik dengan kesiapan akademik, sikap profesional, serta kepatuhan terhadap standar layanan rumah sakit, khususnya pada area keperawatan dewasa dan keperawatan kritis yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi.
Apersepsi ini menjadi forum koordinasi untuk menyelaraskan tujuan pembelajaran, peran dan tanggung jawab preseptor lahan serta dosen pembimbing klinik, mekanisme supervisi, dan pola komunikasi pembelajaran selama praktik. Melalui koordinasi awal yang sistematis, mahasiswa diharapkan memperoleh arahan yang jelas mengenai etika profesi, tata tertib lahan, serta prosedur klinik yang berlaku.
Pada pembahasan materi, tim akademik bersama preseptor lahan menegaskan fokus kompetensi Keperawatan Dewasa, meliputi pengkajian komprehensif, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan intervensi, implementasi tindakan, evaluasi, serta dokumentasi asuhan yang akurat. Penekanan juga diberikan pada clinical reasoning, komunikasi terapeutik, dan kolaborasi interprofesional agar mahasiswa mampu memberikan asuhan yang aman, efektif, dan berkesinambungan.
Sementara itu, pada ranah Keperawatan Kritis, kegiatan apersepsi menitikberatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi pasien dengan kondisi akut dan berisiko tinggi, termasuk penerapan prioritas masalah, pemantauan klinis secara ketat sesuai kewenangan, pencegahan komplikasi, serta komunikasi klinis terstruktur melalui pendekatan SBAR di bawah supervisi preseptor.
Aspek keselamatan pasien dan manajemen risiko juga menjadi poin utama. Standar yang ditekankan meliputi kepatuhan terhadap pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), kebersihan tangan, penggunaan APD sesuai indikasi, prinsip keselamatan pemberian obat, identifikasi pasien, kerahasiaan data, serta disiplin dokumentasi sebagai bagian dari budaya mutu layanan di rumah sakit.
Dari sisi pengelolaan pembelajaran, apersepsi turut membahas teknis pelaksanaan praktik, seperti penugasan preseptor, alur pembimbingan, kegiatan pembelajaran harian (pre-conference, bedside teaching, post-conference, studi kasus, refleksi praktik), serta sistem penilaian berbasis capaian kompetensi melalui logbook dan observasi kinerja klinik yang terstruktur. Mekanisme umpan balik formatif juga ditekankan agar mahasiswa mendapatkan pembinaan berkelanjutan selama berada di lahan praktik.
Melalui kegiatan ini, INKES YARSI Mataram memperkuat sinergi dengan RSUDP NTB sebagai lahan pendidikan, sekaligus memastikan mahasiswa Tingkat IV Semester VII memperoleh pengalaman belajar klinik yang bermakna dan memenuhi standar profesi. Diharapkan, pembelajaran klinik Keperawatan Dewasa dan Keperawatan Kritis TA 2025/2026 dapat berjalan optimal serta menghasilkan calon perawat profesional yang kompeten, beretika, dan adaptif terhadap kebutuhan layanan kesehatan.