INKES YARSI MATARAM
Profesional dan Islami
INKES YARSI MATARAM
Profesional dan Islami


Bimbingan Mahasiswa Praktek Profesi Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis di Instalasi Bedah Sentral ( IBS) RSUD Kota Mataram TA. 2025/2026
Mataram, Desember 2025
Mataram – Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Yarsi Mataram menggelar Bimbingan Mahasiswa Praktek Profesi Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis di Instalasi Bedah Sentral (IBS), Intensive Care Unit (ICU), dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Mataram. Kegiatan ini berlangsung mulai Oktober 2025 – Januari 2026 dan bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi situasi gawat darurat serta perawatan pasien dengan kondisi kritis, sekaligus mengejar capaian kompetensi untuk persiapan Uji Kompetensi Keperawatan yang akan datang.
Bimbingan ini diikuti oleh mahasiswa yang tengah menjalani praktek profesi keperawatan, dengan fokus pada penanganan pasien dalam kondisi gawat darurat, kritis, serta perawatan intensif. Kegiatan ini dipandu oleh dua dosen pembimbing khusus untuk ruang IBS, yaitu Zaenal Arifin, Ners., M.Kep, Sp.KMB dan Supriyadi, Ners., M.Kep, yang memiliki keahlian dalam keperawatan gawat darurat, ICU, IGD, dan IBS.
Selama bimbingan, mahasiswa dilatih dalam menangani pasien dengan berbagai kondisi medis yang memerlukan perhatian segera dan intensif, termasuk dalam pengelolaan pasien di IGD dan ICU. Mereka juga diberikan keterampilan dalam merawat pasien pascaoperasi di IBS, termasuk dalam penanganan komplikasi medis yang mungkin timbul. Kegiatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan teknis dan klinis yang dibutuhkan dalam kondisi medis yang kritis.
Zaenal Arifin, Ners., M.Kep, Sp.KMB, salah satu dosen pembimbing, menekankan bahwa tujuan utama bimbingan ini adalah untuk membantu mahasiswa mengejar capaian kompetensi yang diperlukan, agar siap menghadapi uji kompetensi keperawatan. “Melalui bimbingan di ruang IGD, ICU, dan IBS, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung dalam merawat pasien dalam berbagai tingkat keparahan. Ini merupakan kesempatan penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di dunia nyata,” ujar Zaenal.
Supriyadi, Ners., M.Kep, juga menambahkan bahwa melalui bimbingan ini, mahasiswa diajarkan untuk tetap tenang dan profesional dalam situasi medis yang penuh tekanan. “Kegiatan ini memberikan latihan langsung bagi mahasiswa untuk menangani pasien dengan kondisi kritis di ruang ICU, IGD, dan IBS, serta mengasah keterampilan mereka dalam bekerja sama dengan tim medis lainnya,” jelas Supriyadi.
Bimbingan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Keperawatan untuk menghasilkan perawat yang terampil, kompeten, dan siap menghadapi tantangan di lapangan. Diharapkan, mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk lebih siap mengikuti uji kompetensi dan menjalankan tugas sebagai perawat profesional yang handal, khususnya dalam bidang keperawatan gawat darurat, ICU, IGD, dan IBS.