INKES YARSI MATARAM
Profesional dan Islami
Yayasan Rumah Sakit Islam Nusa Tenggara Barat (YARSI NTB) merupakan badan penyelenggara utama yang menaungi Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram serta institusi pendidikan kesehatan Institut Kesehatan YARSI Mataram (INKES YARSI). YARSI NTB memiliki sejarah panjang dalam pengembangan layanan kesehatan dan pendidikan tenaga kesehatan di Nusa Tenggara Barat.
Berdiri pada tahun 1976, yang diprakarsai oleh tokoh pemerintah, para ulama dan tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian besar terhadap pembangunan sektor kesehatan di wilayah NTB, yaitu:
H.R. Wasita Kusumah, Gubernur ke-2 Nusa Tenggara Barat,
Prof. Dr. dr. Daldiri, tokoh medis dari RSU dr. Soetomo,
dr. Burhanuddin, perwakilan Kanwil BKKBN,
Drs. Said, mantan Bupati Lombok Barat.
Selanjutnya, proses pendirian yayasan Rumah Sakit Islam NusaTenggara Barat diserahkan kepada H. Lalu Nurruddin selaku kepala Kantor Wilayah Departemen Agama NTB.
YARSI NTB resmi berdiri berdasarkan Akta Notaris H. Abdurrahim, SH Nomor 63 tanggal 8 Maret 1976. Pada masa awal berdirinya, yayasan ini dipimpin langsung oleh H. Nuruddin, SH sebagai Ketua Dewan Pengurus Harian, dengan dukungan pengurus dari tokoh masyarakat dan para ulama di Nusa Tenggara Barat sebanyak 102 orang. Para tokoh ini memberikan fondasi kuat bagi terbentuknya sistem layanan kesehatan Islam di NTB.
Pada awal pendiriannya, YARSI NTB membangun sebuah rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan Islami. Untuk mendukung ketersediaan tenaga kesehatan yang profesional dan sesuai kebutuhan rumah sakit, yayasan kemudian mendirikan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) dan selanjutnya mengembangkan Sekolah Tinggi Kesehatan YARSI, yang menjadi cikal bakal berdirinya Institut Kesehatan YARSI Mataram yang ada saat ini.
Dengan sejarah panjang dan kontribusi signifikan dalam pengembangan layanan kesehatan serta pendidikan kesehatan di NTB, YARSI NTB terus berkomitmen menjadi lembaga penyelenggara yang akuntabel, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan pendidikan tinggi.