INKES YARSI Mataram Serahkan Mahasiswa Profesi Ners ke Desa Kekait untuk Stase KKG Gelombang II

KEKAIT – Pemerintah Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat (NTB), menerima kunjungan dan penyerahan secara resmi mahasiswa Profesi Ners dari Institut Kesehatan (INKES) YARSI Mataram. Penyerahan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Kekait, dalam rangka memulai praktik lapangan Stase Keperawatan Komunitas Keluarga (KKG) gelombang kedua Tahun Akademik 2025/2026, Kamis ( [Tanggal pelaksanaan bisa diisi] ).

Acara penyerahan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah pejabat serta tokoh penting. Turut hadir Ketua Program Studi (Ka Prodi) Ners INKES YARSI Mataram, perwakilan pejabat dari Kecamatan Gunung Sari, Kepala Desa Kekait, seluruh Kepala Dusun (Kadus) di wilayah Desa Kekait, serta jajaran kader kesehatan desa yang akan menjadi mitra langsung mahasiswa di lapangan.

Stase KKG merupakan salah satu mata kuliah inti dalam pendidikan Profesi Ners yang berfokus pada pendekatan asuhan keperawatan kepada keluarga dan komunitas. Pada gelombang kedua tahun ajaran ini, mahasiswa akan ditempatkan langsung di masyarakat untuk mengidentifikasi masalah kesehatan, melakukan asuhan keperawatan keluarga, serta memberikan edukasi kesehatan secara komprehensif.

Dalam sambutannya, Hapipah, S.Kep., Ners., M.Kep Ka Prodi Ners INKES YARSI Mataram menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran pemerintah Kecamatan Gunung Sari dan Pemdes Kekait atas sambutannya yang sangat hangat dan kerjasama yang terus terjalin baik.

“Kami berharap mahasiswa dapat mengaplikasikan seluruh ilmu dan kompetensi yang telah didapat di bangku perkuliahan secara langsung kepada masyarakat Desa Kekait. Stase ini bukan hanya ajang untuk belajar, tetapi juga untuk berbakti dan berkolaborasi dengan kader kesehatan setempat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Ka Prodi Ners.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari Kecamatan Gunung Sari juga memberikan arahan agar mahasiswa dapat menyesuaikan diri dengan budaya dan kearifan lokal masyarakat Lombok. Sementara itu, Kepala Desa Kekait menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendampingi jalannya praktik mahasiswa.

“Kami sangat terbuka dan siap mendukung penuh kegiatan adik-adik mahasiswa di sini. Para Kepala Dusun dan kader kesehatan kami sudah kami instruksikan untuk membantu memfasilitasi mahasiswa. Semoga kehadiran mahasiswa Ners INKES YARSI ini bisa memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat di tingkat keluarga,” tutur Kades Kekait.

Sebelum memasuki wilayah binaan masing-masing, mahasiswa diperkenalkan secara langsung oleh pihak kampus kepada para Kadus dan kader. Proses perkenalan ini bertujuan agar proses pendataan dan asesmen komunitas berjalan lancar serta terjalin komunikasi yang baik antara mahasiswa, kader, dan tokoh masyarakat setempat.

Dengan resminya penyerahan mahasiswa pada gelombang kedua ini, diharapkan sinergi antara dunia pendidikan tinggi kesehatan dengan pemerintah desa semakin kuat, sehingga tujuan pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Gunung Sari, khususnya Desa Kekait, dapat tercapai secara optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *