INKES YARSI MATARAM
Profesional dan Islami
INKES YARSI MATARAM
Profesional dan Islami


Surabaya, 2 November 2025 — Dalam upaya memperkuat kapasitas lembaga pendidikan tinggi dalam pelaksanaan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Kepala Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2MP) Institut Kesehatan Yarsi Mataram mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) Verifikator RPL yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), bertempat di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 30–31 Oktober 2025, dan diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia. Peserta terdiri dari para pengelola LP2MP, ketua program studi, dan pejabat penjaminan mutu yang berperan dalam implementasi kebijakan RPL di masing-masing institusi.
Kegiatan ToT Verifikator RPL ini bertujuan untuk Meningkatkan pemahaman dan kompetensi peserta dalam pelaksanaan RPL Tipe A dan B sesuai dengan pedoman terbaru yang dikeluarkan oleh Belmawa Dikti. Mempersiapkan para verifikator dan asesor RPL yang memiliki kemampuan dalam melakukan validasi dan verifikasi capaian pembelajaran calon mahasiswa dari pengalaman kerja, pelatihan, atau pembelajaran nonformal/informal. Memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia kerja dalam mengakui hasil belajar sepanjang hayat (lifelong learning). Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung implementasi Permendikbudristek Nomor 41 Tahun 2021 tentang RPL serta mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Pada hari pertama, kegiatan dibuka oleh perwakilan dari Belmawa Dikti, yang menekankan pentingnya RPL dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang lebih luas dan inklusif bagi masyarakat. Dalam sesi pertama, para narasumber dari Ditjen Diktiristek memberikan materi tentang: Kebijakan dan Landasan Hukum RPL di Indonesia, Konsep dan Prinsip Rekognisi Pembelajaran Lampau, serta Peran Perguruan Tinggi dalam Penyelenggaraan RPL yang Berkualitas. Sesi berikutnya diisi dengan workshop penyusunan dokumen portofolio RPL, di mana peserta dilatih melakukan analisis bukti pembelajaran lampau, memetakan capaian pembelajaran, serta memahami mekanisme penilaian dan verifikasi dokumen RPL. Kepala LP2MP turut aktif dalam diskusi kelompok yang membahas tantangan pelaksanaan RPL di institusi kesehatan, khususnya dalam konteks pengakuan pengalaman klinik, pelatihan profesi, dan sertifikasi kompetensi tenaga kesehatan.
Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada praktik simulasi verifikasi RPL. Peserta dibagi dalam kelompok dan melakukan studi kasus terhadap berkas calon peserta RPL dari berbagai latar belakang profesi. Dalam simulasi tersebut, peserta diminta untuk menilai kelayakan bukti pembelajaran, memberikan umpan balik, dan menyusun laporan hasil verifikasi sesuai format resmi Belmawa Dikti. Selain itu, para fasilitator dari Ditjen Diktiristek memberikan bimbingan teknis terkait standar asesmen RPL, pelibatan asesor eksternal, dan sistem dokumentasi digital RPL. Sebagai hasil dari kegiatan ini, Kepala LP2MP memperoleh sertifikat kompetensi sebagai Calon Verifikator RPL Nasional, serta membawa pulang sejumlah template dokumen, rubrik asesmen, dan pedoman pelaksanaan RPL untuk diimplementasikan di lingkungan Institut Kesehatan Yarsi Mataram.
Setelah mengikuti ToT ini, LP2MP Institut Kesehatan Yarsi Mataram berkomitmen untuk: Menyusun kebijakan internal RPL di tingkat institusi sesuai pedoman Belmawa Dikti. Membentuk tim verifikator dan asesor internal RPL yang tersertifikasi. Melakukan sosialisasi dan pelatihan RPL kepada dosen dan pimpinan program studi. Menyiapkan pilot project pelaksanaan RPL bagi calon mahasiswa jalur profesi dan tenaga kesehatan berpengalaman.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pengakuan pembelajaran sepanjang hayat di lingkungan pendidikan tinggi, sekaligus mendukung visi pemerintah dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Dengan terselenggaranya ToT Verifikator RPL ini, diharapkan perguruan tinggi, termasuk Institut Kesehatan Yarsi Mataram, semakin siap dalam menyelenggarakan RPL yang kredibel, transparan, dan berstandar nasional. Keterlibatan Kepala LP2MP dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen kampus terhadap peningkatan mutu, inovasi pendidikan, dan perluasan akses bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur pengakuan pengalaman belajar sebelumnya.